Browse By

Tape makanan tradisional hasil fermentasi

Tape adalah makanan khas Indonesia yang dibuat dengan fermentasi ragi dari bahan beras ketan atau singkong. Kadang disebut juga tapai atau peyeum(biasanya tapai singkong di Jawa Barat disebut peyeum). Makanan ini sudah umum digunakan dalam berbagai masakan. Makanan ini juga termasuk makanan yang sehat jika tidak dikonsumsi berlebih tentunya. Bahkan ada penelitian tentang kegunaan tape sebagai anti kangker. Ada dua jenis yang umum ditemui di pasaran, yaitu tape singkong dan tape ketan. Ketan yang biasanya dibuat menjadi makanan fermentasi ini biasanya ketan hitam.

METODE PEMBUATAN TAPE

Tape singkongTape ketan hitam
Untuk membuatnya sebenarnya sederhana, kelihatannya mudah tetapi banyak yang gagal karena berbagai faktor. Intinya metodenya adalah pertama kukus bahan yang akan digunakan setelah dibersihkan. Membersihkannya, untuk beras atau ketan dicuci bersih dahulu dan rendam semalaman, untuk singkong kupas kulitnya dan cuci bersih di air mengalir. Pastikan mengukus atau memasaknya sampai matang, khususnya pada singkong supaya hasil fermentasi merata. Setelah dikukus dinginkan sampai mencapai suhu tubuh(sekitar 30 derajat celsius), baru ditambahkan ragi. Ragi sebaiknya ditumbuk halus dan diaduk/dibalurkan merata ke semua bagian bahan. Kemudian letakkan di wadah untuk fermentasi, secara tradisional yang dipakai adalah daun pisang. Kalau saat ini mungkin yang paling ideal menurut saya menggunakan toples kaca yang besar sebagai wadah. Tapi kalau tidak ada, pakai wadah lain juga boleh.

Fermentasi dilakukan dalam wadah tersebut, dalam keadaan tertutup. Mengenai tutup wadah ini ada yang berpendapat sebaiknya tutup kedap yang digunakan. Tetapi ada juga yang menggunakan daun pisang hingga masih bisa terjadi pertukaran udara, saya lebih memilih yang pakai daun sih. Setelah itu fermentasi akan berlangsung 2-4 hari, dan setelah itu tape siap (kalau tidak gagal).

MENYIMPAN TAPE DI DALAM LEMARI PENDINGIN

Jika kita biarkan di suhu ruang maka dalam beberapa hari maka proses fermentasi akan membuat tape terlalu asam. Untuk memperpanjang masa simpannya maka simpan dalam lemari pendingin. Dengan menyimpannya dalam lemari pendingin maka produk ini bisa menjadi cadangan makanan setidaknya selama satu minggu. Jika hasil fermentasi dan kondisi penyimpanan baik maka kemungkinan bisa bertahan beberapa minggu.

Dalam waktu itu kita bisa memanfaatkannya untuk dimakan langsung, ditambahkan ke minuman, atau digoreng. Ya, dibalur adonan tepung dan digoreng merupakan salah satu varian manis dari gorengan Indonesia.

Demikian itu sekilas tentang tape,  semoga bermanfaat.

Andre ,

Andre ,

Orang yang sedikit nyentrik
Menyukai kuliner dan peduli dengan kandungan gizi makanan
Andre ,

Latest posts by Andre , (see all)

%d blogger menyukai ini: