Browse By

Lithium metal, dua kali dari baterai li-ion

Sebuah jenis baterai lithium yang bisa membuat mobil bertenaga bensin menjadi kuno sedang bersiap untuk dikomersialkan, menurut MIT News. Baterai ” Lithium metal “, yang dikembangkan oleh MIT spin- off SolidEnergy, kabarnya bisa menampung energi yang sama seperti sel lithium-ion standar meskipun ukurannya hanya setengahnya. ” Atau, kita dapat membuat baterai dengan ukuran yang sama dengan baterai lithium ion, tapi akan memiliki kekuatan dua kali lipat, ” kata CEO SolidEnergy Qichao Hu.

Baterai Lithium Metal

lithium metal

Para peneliti telah bekerja pada baterai yang menggunakan lithium metal bukan pada anoda karbon sementara ini. Namun, tak ada yang mempu memecahkan masalah peningkatan resistensi dan ” dendrit ” filamen yang terbentuk pada anoda, yang membuat baterai korslet dan memanas. Sementara di MIT, Hu mengembangkan lithium metal foil anoda tipis yang mengurangi ukuran baterai scara signifikan. Namun, itu tidak akan bekerja kecuali baterai dipanaskan hingga 80 derajat Celcius, jelasnya.

Untuk mengatasi itu, tim mengembangkan lapisan elektrolit padat untuk lithium metal foil yang berfungsi pada suhu kamar. Hu juga merumuskan cairan elektrolit non-flammable dengan resistansi yang tidak akan membuat dendrit ketika bereaksi dengan lithium metal. Hasil akhirnya adalah baterai dengan kekuatan yang sama seperti sel lithium modern dengan setengah ukuran.

lithium metal

Investor kurang senang pada teknologi baterai saat spin-off lain MIT, A123 system, yang bangkrut karena gagal. Namun, SolidEnergy mengambil alih fasilitas A123. Yang dipaksa untuk membuat baterai mereka sendiri dengan cara yang praktis dan komersial. ” Dengan memulai dengan perspektif manufaktur dan membuat baterai, kami mampu memahami material apa yang bekerja dalam proses tersebut. Dan kemudian bekerja mundur untuk merancang bahan-bahan baru, ” kata Hu.

Perusahaan ini sekarang memiliki fasilitas sendiri dan menuju peluncuran baterai drone pada November 2016. Setelah itu, pihaknya berencana untuk mengusahakan sel baterai untuk smartphone dan elektronik lainnya pada tahun 2017, dengan baterai EV ( Electric Vehicle ) pada 2018. Secara teori, mobil listrik yang menggunakan teknologi ini bisa dikendarai dua kali lebih jauh dengan ukuran baterai yang sama baterai – 280 mil Tesla Model S bisa menjadi 560 mil, misalnya.

Akhir kata

Jelas, itu akan mengubah banyak hal, tapi saya sudah mendengar ini sebelumnya. A123 sendiri berusaha untuk mengkomersilkan baterai yang terdengar sangat menjanjikan, dan gagal. Saya ingin mendengar charging cycle SolidEnergy ini. Terakhir saya dengar, itu bisa menangani 300 cycle dan masih mempertahankan 80 persen kapasitas, yang terdengar baik untuk elektronik tapi mungkin terlalu sedikit untuk EV. Saya juga sudah mulai bosan dengan baterai ” terobosan terbaru “, saya baru akan percaya ketika melihat mereka ada di rak toko.

ikutilah aku

yerimia

Seseorang yang lebih menyukai gadget daripada makan 3 kali sehari.
Sekarang, dia sedang mengemban tugas suci untuk membuka mata para pembaca mengenai gadget dan game.
ikutilah aku
%d blogger menyukai ini: